DIVE BLOG : SISI EKSOTIS KOTA JAKARTA

12
Siapa yang sudah pernah ke pulau ini? Belum? Harus coba! Ya.. jika kamu para para petualang dan penjelajah pulau, suka traveling dan berdomisili di wilayah Jakarta, pasti sudah tahu dengan pulau yang satu ini. Kalau belum tahu juga.. mmhhh.. *no comment
Kali ini bertepatan dengan acara Festival Bahari 2011 yang diselenggarakan setahun sekali oleh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu, Jakarta dalam rangka menyambut ulang tahun Jakarta yang ke empat ratus delapan puluh empat. setelah 2 tahun yang lalu akhirnya saya berkesempatan mengunjungi dan mengeksplorasi kembali lebih dalam keindahan Pulau Pramuka.
Terletak di sisi utara kota Jakarta, Pulau Pramuka dipilih menjadi tempat diselenggarakannya acara ini karena merupakan pusat pemerintahan kabupaten kepulauan seribu. Kali ini saya berangkat dari dermaga Marina, Ancol beserta dengan beberapa panitia dan peserta fotografi bawah laut menggunakan kapal cepat berkapasitas 25-30 orang, melaju dengan cepat menembus embun pagi di tengah cuaca yang tenang dan sedikit berawan. Setelah kurang lebih satu setengah jam perjalanan, kami tiba di Pulau Pramuka. Cepet juga ya.. *maklum biasa pakai kapal kayu dari muara angke;)
Setelah proses cek in penginapan, kami langsung disuguhkan minuman dingin dan makanan ringan oleh panitia. Tidak berlama-lama, acarapun dimulai dengan kata sambutan dari panitia dan Bupati Kepulauan Seribu, Achmad Ludfi. Dalam kata sambutannya beliau berharap banyak kegiatan ini dapat mempromosikan wilayah kepulauan seribu sebagai salah satu tempat tujuan wisata bagi warga Jakarta dan sekitarnya ditengah kesibukan yang sangat padat.

Setelah makan siang, kegiatanpun dimulai dengan membersihkan sampah dibawah laut. Kenapa ambil sampah dahulu? Supaya lokasi bersih waktu bidik foto nanti;) Para peserta fotografi bawah laut, panitia, rekan-rekan media, hingga masyarakat lokal ikut ambil bagian dalam kegiatan ini. Tujuan dari kegiatan ini adalah, untuk mensosialisasikan kegiatan ini kepada masyarakat setempat dan wisatawan yang ada agar membersihkan sampah menjadi bagian dari gaya hidup ketika berlibur. Ada yang menggunakan peralatan selam lengkap, atau hanya menggunakan peralatan dasar selam (snorkeling) kami pun mulai ‘nyemplung’ mengambil sampah di bawah laut sambil membawa jaring untuk membawa sampah dari dalam laut ke kapal. Hasilnya… seperti layaknya biota laut di dalam laut, ternyata cukup beraneka ragam sampah kita. Mulai dari kemasan plastik, kaleng, botol, karung, gorden, keping VCD/DVD, karung bekas, sapu. Bahkan salah satu peserta menemukan ‘sampah’ uang kertas… menurut warga lokal, sampah-sampah ini berasal dari masyarakat setempat dan pengunjung wisatawan yang datang ke pulau pramuka. *sama-sama menyumbang sampah. So… kegiatan ini tidak harus mengunggu ada kegiatan khusus seperti Festival Bahari 2011 ini, dapat dimulai dari diri sendiri ketika berlibur ke pulau dengan tidak membuang sampah ke laut kita dan ikut melestarikannya dengan ikut berpartisipasi dalam program konservasi di wilayah setempat.
Akhirnya acara yang ditunggu-tunggu peserta kunjung jua.. membidik keindahan alam bawah laut serta isinya. Dimulai dari wilayah karang lunak, karang lebar, dan karang sempit. Pagi hari keesokan harinya dilanjutkan dengan mengambil lokasi di sekitar pulau panggang. Hasilnya sangat mengagumkan, ternyata laut di dekat kota Jakarta masih ada pemandangan indah serta biota-biota laut yang unik seperti si cantik nudibranch (siput laut), ikan badut, kuda laut, dan masih banyak lagi. Tidak saya sangka, ternyata keanekaragaman hayati laut di pesisir Jakarta masih menyimpan potensi yang besar untuk tujuan wisata.
Keesokkan harinya, ketika para peserta lomba melanjutkan lomba saya memilih untuk mengelilingi pulau Pramuka dengan berjalan kaki sambil banyak berbincang dengan masyarakat lokal. Salah satu tempat yang saya kunjungi adalah tempat penangkaran penyu sisik dan pembibitan tanaman bakau (mangrove) yang terletak di sisi belakang Pulau Pramuka. Adalah Pak Salim yang merupakan petugas ‘satu-satunya’ yang masih setia seorang diri menggeluti program konservasi penyu dan mangrove di Pulau Pramuka. Sudah sekitar 14 tahun beliau menggeluti program konservasi ini, dan sudah banyak penghargaan yang diberikan kepada beliau oleh pemerintah terdahulu, beberapa diantaranya adalah almarhum Presiden pertama kita Bapak Soeharto dan Ibu Megawati Soekarno Putri. Sayapun tergagum dan ikut bangga melihat begitu banyak penghargaan yang diterimanya, sungguh membuat inspirasi jika mendengar cerita, suka-duka dari Pak Salim. Salut untuk beliau…
Hal menarik lainnya, di pulau ini terdapat sanggar membuat tas yang bahan bakunya diambil dari sampah plastik. Plastik-plastik sampah tersebut digabungkan, dibentuk menjadi sebuah pola dan dijahit untuk kemudian dijual kepada wisatawan dan masyarakat pulau sekitar. Kegiatan ini sudah ada 1 tahun belakangan ini dan didukung oleh pemerintah setempat.
Rangkaian kegiatan Festival Bahari 2011 ini ditutup pada tanggal 16 Juli 2011 di Pulau Pramuka dengan dihadiri oleh orang nomor satu di Jakarta, Bapak Gubernur Fauzi Bowo dengan kegiatan pengumuman pemenang lomba fotografi bawah laut dan berbagai macam lomba lainnya seperti: lomba renang santai, tangkap bebek lomba dayung perahu karet pelajar, dan pawai kapal laut hias.
Banyak perubahan dari pulau ini, mulai dari alamnya, lautnya, penduduknya, dan tentu jumlah wisatawannya.. ketika pertama kali ke pulau ini sekitar tahun 2007, masih segar dalam ingatan saya, pulau ini masih banyak pepohonan rindang dengan beberapa penginapan (cottage) dan homestay dipinggir pantai. Sekarang… hampir seluruh isi pulau ini merupakan bangunan tempat penginapan (homestay)! Bahkan tempat saya menginap dahulu ketika pertama kali kesini, sekarang sudah memiliki 5 homestay (dahulu hanya 1). Sangat pesat! Ya.. untuk ukuran suatu pulau dapat dikatakan pertumbuhan ekonomi disini sangat pesat. Ada rasa sedih dan bangga tersendiri mengenal Pulau Pramuka lebih dekat. Sedih karena pulau ini sekarang tidak seasri dahulu. Bangga karena masyarakatnya mengalami peningkatan pendapatan dari sisi ekonomi.
Namun bagi saya, diluar hal tersebut dan lebih penting adalah bagaimana menjaga kelestarian alam sekitar Pulau Pramuka agar tetap sehat dan asri. Jika lingkungan sehat, tentu alamnya indah. Jika alamnya indah, jumlah wisatawan semakin meningkat. Jika wisatawan meningkat, masyarakat setempat semakin sejahtera. Selanjutnya biarlah alam yang menentukan.. Bagaimana dengan Anda?

This entry was posted in Dive Blog. Bookmark the permalink. Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.

  • Twitter

    Twitter

    Facebook

    Facebook

    Script Like Box Facebook taruh Disini ×